picture was taken at Dedaunan Cafe, Kebun Raya Bogor

Sabtu, 05 April 2008

eksperimen kehidupan... hasil tak terduga... hmmmmmm

sudah lama juga rasanya saya tidak menulis blog ini...
knapa ya?.. kalau dipikir-pikir sebenarnya tidak terlalu sibuk juga...
hmmm... lagi gak pengen aja kali ya... =)
okelah..

hmmm.. apa ya yang saya lagi rasakan akhir-akhir ini?...
oiya, ada suatu perasaan yang lumayan mendominasi diri saya akhir-akhir ini, yaitu perasaan sepi. yaaaaaah memang itu adalah hal yang klise sekali ya tampaknya...
namun memang sudah beberapa bulan terakhir ini saya merasa saya kurang memiliki teman yang peduli dengan keadaan saya... tidak ada yang tau kabar saya...
beberapa saat yang lalu saya melakukan sebuah eksperimen..
dalam waktu beberapa minggu terakhir saya tidak mencoba menelpon teman-teman, ingin mengetahui apakah ada seseorang teman saya yang menghubungi saya untuk menanyakan kabar saya.
eksperimenpun berjalan....
hari pertama tidak ada yang menanyakan, saya berpikir "ya khan masi sehari"... oke lalu saya lanjutkan... dan tanpa disadari beberapa minggupun sudah berlalu... dan saya lumayan kaget juga bahwa tidak ada satupun teman saya yang menelpon saya untuk mengetahui kabar saya....
hmmmmm...
memang pada awalnya saya sangat kaget dan lumayan sedih...
namun seiring dengan berjalannya hari, saya mulai menelpon teman-teman saya lagi dan menanyakan kabar mereka... dan dari beberapa yang saya telpon hampir tidak ada juga yang menanyakan kabar saya, mereka hanya menjawab pertanyaan yang saya tanyakan...
hmmmm...
baiklah tidak apa-apalah, pikir saya...
ada dua orang yang menanyakan kabar saya saat saya telpon, yaitu Windu dan Nuki... saya merasa cukup bersyukur masih ada teman saya yang cukup peduli untuk menanyakan kabar saya (walaupun harus ditelpon dulu) namun cukup membuat saya senang... walaupun (mungkin) mereka cuma berbasa-basi namun saat itu hal tersebut menjadi sangat berarti buat saya...
ya begitulah kira-kira penggambaran saya beberapa minggu ini selama saya tidak menulis blog...

pertanda apa ya ini?... apakah saya yang kurang bersyukur? sehingga Allah menghukum saya? ataukah saya memang ditempatkan dalam posisi yang membuat saya belajar untuk tidak terlalu tergantung dengan orang lain?....

saya hanya bertanya-tanya, apakah saya tidak pantas mendapatkan pertanyaan "halo panjita, gimana kabarnya?" dari teman-teman saya?... hmmmmm....
mungkin memang karena saya tidak begitu bermakna bagi orang lain... mungkin memang begitu...

tapi yang penting saya menganggap diri saya bermakna... terserah pendapat orang lain tentang saya...


mungkin memang sudah saatnya saya tidak berharap kepada orang lain... orang lain hanya subjek yang akan datang dan pergi... saya harus belajar mengikhlaskan segala kebaikan yang saya telah lakukan... mungkin inilah yang Allah sedang ajarkan kepada saya... dan tampaknya saya dapat mengambil pelajarannya dengan baik...
saat ini (saat saya menulis blog ini) perasaan saya baik-baik saja... tidak ada kesedihan yang begitu dalam (walaupun sebenarnya tetap ada, namun teratasi)... :)

mungkin saya memang harus belajar menerima dan mensyukuri apa yang telah saya dapat... karena bagaimanapun masih banyak orang yang tidak seberuntung diri saya...

ya Allah, terima kasih atas semua pelajaran yang telah kau berikan kepada hamba...
tolong kuatkanlah terus diri hamba...
untuk sabar, ikhlas, rendah hati, tekun menuntut ilmu, dan pandai menjalankannya....
amin

Selasa, 18 Maret 2008

vantage point?...hmmmm....not much...

saya ingin sekali membahas sebuah film yang berjudul Vantage Point, karena tampaknya saya (sendiri) memiliki pandangan yang cukup berbeda dari beberapa orang yang telah menontonnya... hmmmmmmm.....

Dari Segi Cerita, film ini sanga 'cliche'. Tema yang diangkat bukan tema yang orisinil, malahan sudah banyak diangkat oleh ratusan (agak lebay) film lain sebelumnya. ya gimana enggak, temanya mengenai konspirasi dalam pembunuhan presiden Amerika. its very STD you know (piss).
Alur yang diangkat berupa alur campuran yang terdiri dari rangkaian flash back yang menceritakan satu kejadian dari berbagai sudut pandang (yang sebenarnya ini bukan konsep baru dalam dunia perfilman hollywood). Namun yang saya tidak mengerti mengapa hal ini dijadikan sebagai hal yang terkesan fenomenal oleh sang produser, mungkin biar laku aja kali ya..
soal ending mending tidak usah dibahas deh ya... biar bagaimanapun telah diputar kesana kemari, sebuah alur akan kurang berkesan bila ditutup dengan ending yang sangat (sekali lagi) 'cliche'. Dan itulah yang terjadi dalam film seperti ini, tampaknya mereka memang tidak punya pilihan lain untuk ending. Kalau menurut saya, ya angkat saja tema lain yang tidak 'cliche'.
film yang memiliki karakteristik seperti ini adalah film CRASH dan Shattered Glass yang menurut saya lebih orisinil dan saya sangat menganjurkan bagi para pembaca untuk menontonnya.

walaupun begitu saya harus mengakui bahwa film ini merupakan film yang cukup menghibur untuk ditonton. tidak ada momen yang membosankan bagi para penontonnya. pengambilan gambar pada film ini juga sangat bagus sehingga membuat penonton terus terbawa emosinya selama film berjalan. walaupun sebenarnya ada beberapa kejanggalan yang saya rasa tidak terjelaskan pada film tersebut. seperti setelah bom di podium meledak, mengapa para tokoh utama tidak ada yang cedera berat padahal orang-orang di dekatnya hampir semuanya sekarat (mmmmmmm..mungkin semuanya superman kali ya...) dan juga pada jendela tempat pistol seharusnya terlihat bayangan orang di balik tirai, namun fenomena itu tidak terjelaskan (coba lebih diperhatikan). ya begitulah...

jadi kesimpulan saya, film Vantage Point memang film yang menarik untuk ditonton karena aksi dan pengambilan gambarnya yang bagus. namun tidak ada yang istimewa dari alur dan cerita film ini, semuanya hanyalah ide lama dan cliche. minimal bagi saya... =)

so... enjoy the movie, and have your own opinion... =)

Selasa, 04 Maret 2008

dilemma... this live... this love

dilematik...

itulah keadaan diriku saat ini..
saat ini saya membutuhkan seorang sahabat untuk tempat bersandar dan bertukar pikiran....
namun di saat yang bersamaan, saya harus menjauh dari sahabat terbaik saya yang sangat saya kasihi...

dilematik...

memang untuk mencapai sebuah tujuan mulia...
perlu banyak pengorbanan...
bagai kepompong yang merelakan segalanya, hanya puasa dan tidak melakukan apa2...
demi mencapai kesempurnaan bentuk dan keindahannya...

kesedihan dan harapan berbaur menjadi satu...
dalam sebuah konsep yang disebut sebagai...
metamorphosis...

ya Allah...
mohon ampuni hamba-Mu ini...
amin

Kamis, 28 Februari 2008

anyway

DO GOOD ANYWAY

Selasa, 26 Februari 2008

what can i say...

what can i say...

saya menyadari, memang kadang yang terlihat sebagai sahabat,
ternyata hanya lintah yang mengisap darah kita
dan pergi begitu saja ketika sudah kenyang...
meninggalkan kita kekurangan darah..

tapi yang lebih menyakitkan lagi...
saya juga seorang sahabat....
dan sahabat seharusnya harus saling mendukung...
walaupun sahabat kita pergi begitu saja...

janji tinggallah janji...
ditutupi kebodohan hati dan perasaan...

Tuhan...
tolong kuatkan diriku....
dan berikan yang terbaik untuk sahabatku/lintahku...


Rabu, 20 Februari 2008

REBORN

Terlahirlah aku kembali....

meluncurlah aku kembali...
ke alam dunia ini.....

menjadi insan yang lebih baik...

berjalan mengayun di atas bumi ini dengan indahnya...
bagai kupu-kupu yang baru saja keluar dari kepompongnya...

saya berharap,
kupu-kupu ini akan memiliki hati bagai cahaya...
menerangi seluruh alam semesta di sekitarnya....

tak akan redup lagi....

bagai cahaya suci abadi...


dedicated to: all my family and my best friends

Selasa, 19 Februari 2008

Hatiku......

(ditulis pada 20 Februari 2008 Pkl. 08:55)

Denyutnya semakin terasa...

Denyut yang menandakan pembunuhan akan sebuah perasaan suci yang tidak berdosa. Yang telah kukhianati....


Maafkan aku, hatiku. Aku telah menorehkan pisau sangat dalam kepadamu...

Ampuni aku, hatiku.....

Aku tak berdaya, hatiku... bukannya aku menginginkan kehancuranmu..

Maafkan aku...


Aku telah membayar semua kesalahanku, hatiku....

Maukah engkau sembuh, hatiku?...

Aku sudah cukup tersiksa....


Apakah yang kau inginkan, hatiku...

Jangan kau berharap cinta tulus itu akan bersemi kembali dalam hidup kita....


Arrggghhhh....

Mengapa kau menusukku kembali, hatiku.....

Hentikanlah.....

Sakit sekali....

Aku sampai tidak dapat bernafas sesaat, hatiku...

Kukira aku tidak akan kembali ke kesadaran.....


Maafkan aku, hatiku.....

Terimalah permohonan maafku yang tulus ini...


Aaarrrrggggghhhhhh.....

Jangan lagi.........

Ampun, hatiku.....

Ampuni aku.....

Ampun.......